Perhatikan Biaya ini, sebelum Ajukan Kredit Perumahan

Apa saja biaya-biaya yang perlu kamu ketahui sebelum mengajukan kredit perumahan? Membeli rumah menjadi salah satu impian bagi banyak orang, dan dapat dimanfaatkan untuk tempat tinggal atau bahkan sebagai aset investasi. Salah satu alternatif popular di kalangan masyarakat untuk memperoleh rumah adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun sudah tahukah kamu biaya KPR bukan hanya pokok utang dan bunga . Sebelum ajukan kredit rumah di Bogor, mari kita perhatikan biaya-biaya ini.

Dengan banyaknya dan tingginya biaya kebutuhan hidup, kini banyak masyarakat yang mencari solusi untuk membeli rumah. Salah satu alternatif yang sangat digemari adalah produk Kredit Pemilikan Rumah atau disingkat KPR. Setiap melihat iklan KPR, banyak orang berkomentar “Wah, bunganya rendah ya, harus cepat-cepat ajukan KPR nih di bank ini.

Uang Muka (DP)

Uang muka atau biasa disebut down payment (DP) ini merupakan salah satu biaya yang sangat umum dalam kredit. Dahulu besarnya ditentukan oleh pihak bank yang menyediakan produk KPR dan umumnya berkisar 20% hingga 30% dari jumlah pinjaman, namun kini sudah ada ketentuan dari Bank Indonesia bahwa untuk rumah dengan luas minimal 70m2 uang mukanya adalah sebesar 30%.

Biaya Notaris

Biaya notaris adalah biaya yang akan muncul baik bagi pihak pembeli dan penjual yang merupakan biaya jasa pengurusan surat-surat terkait kepemilikan tanah seperti Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah, bea balik nama, akta kredit, dan sebagainya. Biasanya pihak pengembang perumahan (developer) dan bank memiliki notarisnya sendiri-sendiri. Tidak ada standar biaya notaris secara umum, karena besarnya akan berubah-ubah bergantung pada tarif yang ditetapkan oleh notaris tersebut. Untuk meminimasinya, kamu dapat mencari notaris terpercaya yang sudah kamu kenal sebelumnya atau mencari beberapa notaris yang menawarkan biaya yang masih terjangkau.

Biaya Provisi dan Administrasi

Pada awal pengajuan KPR, biasanya selalu muncul biaya provisi dan administrasi yang perlu kamu bayar sebelum lanjut ke proses berikutnya. Namun jangan cemas, biaya provisi hanya muncul 1x selama masa tenor yaitu pada awal pinjaman saja. Biaya provisi biasanya besarnya 1% dari total pinjaman dan harus dilunasi sebelum akad dilangsungkan. Namun biaya ini biasanya dipotong langsung oleh pihak bank dari uang pinjaman kamu, jadi jangan kaget jika jumlah yang kamu terima lebih kecil daripada plafon pinjaman yang sudah disepakati sebelumnya. Biaya ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh pihak bank untuk seluruh kebutuhan pengurusan administrasi kredit perumahan kamu.

Pajak Penjualan dan Pembelian

Saat kamu memutuskan untuk membeli properti dan mengajukan KPR rumah di Bogor, maka kamu juga perlu menyediakan dana untuk membayar pajak penjualan dan pembelian. Pajak penjualan dikenal juga dengan Pajak Penghasilan (PPh) dan besarnya adalah 5% dari harga jual, pajak ini akan dibayarkan oleh pihak penjual sedangkan pajak pembelian atau disebut juga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) besarnya adalah 5% dari (Harga Jual – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak) dan akan dibayarkan oleh pihak pembeli atau dalam kasus ini adalah debitur.

Angsuran per Bulan

Biaya terakhir ini merupakan biaya yang sangat umum dan wajib sehingga kemungkinan besar kamu pasti sudah memperhitungkannya. Biaya angsuran merupakan biaya cicilan yang wajib kamu bayarkan dari awal hingga masa tenor pinjaman berakhir. Besarnya berubah-ubah bergantung dengan jenis dan tingkat bunga yang dikenakan dimana komponen angsuran per bulan terdiri dari utang pokok dan bunganya.

Jenis bunga yang ditawarkan biasanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis bunga, antara lain:

Suku Bunga Tetap (Fixed). Suku bunga tetap atau disebut juga fixed rate berarti suku bunga yang digunakan akan tetap dan tidak berubah selama periode tertentu serta tidak terpengaruh oleh suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Suku Bunga Mengambang (Floating). Suku bunga mengambang atau disebut juga floating rate berarti suku bunga yang digunakan akan berubah-ubah sesuai dengan acuan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, suku bunga dasar kredit (SBDK), dan suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Suku Bunga Tetap + Mengambang. Suku bunga yang paling umum digunakan oleh bank merupakan kombinasi antara suku bunga tetap dan mengambang. Biasanya suku bunga tetap akan digunakan pada beberapa tahun pertama dan selanjutnya digunakan suku bunga mengambang. Hal ini dilakukan untuk menarik nasabah agar mengajukan KPR.

Suku Bunga Cap. Suku bunga yang berubah-ubah seperti layaknya suku bunga mengambang namun diberi batasan maksimum oleh pihak bank agar tidak terlalu tinggi.

Suku Bunga Tetap + Cap + Mengambang. Kombinasi antara suku bunga tetap, suku bunga cap, dan suku bunga mengambang. Umumnya pihak bank akan memberikan penawaran suku bunga tetap pada awalnya, yang kemudian dilanjutkan dengan suku bunga cap untuk beberapa tahun, dan sisanya akan dikenakan suku bunga mengambang.

Saat kamu melihat banner atau iklan televisi yang menawarkan kredit perumahan terutama KPR dengan bunga ringan, pertimbangkan kembali. Karena bunga bukanlah satu-satunya biaya yang akan muncul jika kamu mengajukan KPR. Seperti telah dijabarkan, banyak biaya lain yang besarnya tidak sedikit sehingga kamu perlu menghitungnya dan mempersiapkannya sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR. Jangan sampai keputusan kamu untuk mengajukan KPR malah menjadi bencana bagi kondisi keuangan kamu.

shares